Empat BisMania Nyepur

Berdiri didalam gerbong ex KA Pasundan.

Berdiri didalam gerbong ex KA Pasundan.

Sebuah perjalanan singkat Malang-Tulungagung bersama KA Penataran/Dhoho, merupakan hal yang tak biasa bagi seorang bismania, hehe.. Bukan artinya selingkuh,😀 hanya berhubung ada subsidi untuk kereta api ekonomi, tentu rugi untuk dilewatkan. Meski tujuan utama kami meluncur ke Tulungagung adalah untuk singgah ke rumah mas Tri Budiono. Membicarakan kesiapan Jambore Nasional yang nantinya Malang adalah tuan rumah. Tetap saja, hasrat touring dari seorang bismania tak bisa lepas begitu saja. Malah sempat terbesit dibenak kami untuk bablas Trenggalek, hehe.. Cukup mengesankan record perjalanan kami ber-3 sedulur BMC Malang plus 1 dulur BMC SuCi (Sukabumi-Cianjur) yang berdomisili di Malang. Tak ingin banyak bercerita, berikut saya tampilkan saja kronologi perjalanan kami ber-empat yang sempat membuat sebagian dulur BMC Malang yang lain ngiler ingin touring juga.. hahaha

*) Kronologi berdasarkan fakta, dilihat dari record jam dari foto-foto perjalanan. No Hoax.

  • 07.10, dimulai dari kami tiba di Stasiun Blimbing-Malang, tempat dimana kami memesan tiket kereta PP.
  • 07.34, masih 10 menit dari jam yang dijadwalkan tiket. Akan tetapi, tiba-tiba petugas menginfokan melalui pengeras suara bahwa KA Penataran akan segera datang. Kami berempat yang masih asyik jajan dan ngopi langsung kelabakan masuk stasiun.
  • 07.40, KA Penataran mulai menampakkan sinar lampunya dari utara. [Foto 1]
  • 07.44, KA berangkat.. alhamdulillah kami berempat mendapat seat yang berhadapan. [Foto 2]
  • 08.04, sampai di Stasiun Kota Baru, hampir 20 menit berhenti disini..
  • 08.27, Stasiun Kota Lama. Menunggu lagi.. karena silang dengan KA Malabar. [Foto 3]
  • 09.02, berhenti lagi di Stasiun Kepanjen.
  • 09.14, kembali berhenti di Stasiun Ngebruk.. Dan seterusnya.. Hampir semua stasiun antara Malang-Tulungagung si KA Penataran ini berhenti. Yaaa menurut istilah anak bismania, ini sepur lepo.. hehe..😀
  • 10.28, silang dengan another KA Penataran di Stasiun Talun. [Foto 4]
  • 10.55, Stasiun Blitar. Jenuh mulai melanda kami. Benar adanya, lepas Blitar, gerbong 5 yang kami tempati mulai berkurang isinya. Kami berempat langsung ‘mencar‘ kemana-mana nyari tempat pe-we. [Foto 5]
  • 11.44, tiba di Stasiun Tulungagung.
  • 12.10, usai makan siang diseberang stasiun, kami langsung cuss ke rumah mas Tri. Sambil melihat GPS, perkiraan awal tak jauh dari stasiun. Jalan kaki akhirnya kami pilih, daripada ngojek, tarifnya lebih malah daripada nyepur Malang-Tulungagung. hehe..
  • 13.00 lewat sedikit, Dengan setengah terbakar panasnya kota Tulungagung [maaf lebay], kami berhasil tiba di rumah mas Tri. Perkiraan awal bahwa jaraknya dekat perlu dikoreksi. [Foto 9]
  • 14.30, lupa waktu, rapat dan diskusi santai belum juga berakhir.
  • 14.40, mengingat sulitnya transport dari rumah mas Tri menuju Stasiun, akhirnya kami putuskan untuk pulang ke Malang naik Penataran lagi dari Stasiun Sumbergempol. Jam mepeet..😦 Tiket kereta kami menuju Malang berangkat pukul 15.25 dari Stasiun Tulungagung. Gagal ternyata rencana untuk cuci mata dengan bis-bis plat AG. Jangan tanya soal rencana bablas Trenggalek, sekedar main ke Terminal Tulungagung sepertinya ga nutut.
  • 14.56, setelah memanfaatkan tranportasi bus medium PO. Rukun Jaya, kami tiba di Stasiun Sumbergempol. Waah.. terlalu dini. Tak apalah, daripada telat. [Foto 10]
  • 15.20, KA Malabar Malang-Bandung permisi lewat di Sumbergempol. [Foto 11]
  • 15.58, calon kereta pengantar kami tiba di Sumbergempol. [Foto 12]
  • 16.00, masuk gerbong 2, sepi.. Duduklah kami berempat sesuka hati didalam gerbong ex KA Pasundan ini.
  • 16.40, tiba di Stasiun Blitar, penumpang dari luar langsung gemeruduk (bergerombol) masuk ke kereta, termasuk gerbong 2 yang kami tempati. Oleh karena bertiket ‘tanpa tempat duduk‘, akhirnya kami mengalah pada penumpang pemilik seat. Lho.. berarti berdiri? Iya lah.. [Foto 13 dan Foto 14]
  • 16.52, kembali berangkat bareng si KA Gajayana dari Sta. Blitar. Ehh.. tapi bukan drag lho.. KA Penataran ke timur, dan Gajayana arah barat menuju Jekate. [Foto 15]
  • 17.35, silang dengan KA Matarmaja di Stasiun Wlingi.
  • –     –     –     –      –      –     –     –    skiip     –     –     –     –     –     –     –
  • 19.15, tiba di Stasiun Kota Baru Malang + silang dengan another KA Penataran.
  • 19.25, alhamdulillah.. sampai juga di Stasiun Blimbing Malang. Dan dari stasiun ini pula, KA penataran kembali diserang puluhan calon penumpangnya..

Nah.. selesei sudah saya bercerita singkat mengenai perjalanan nyepur para bismania. Pengalaman yang cukup unforgetable. Mulai dari melawan rasa jenuh diatas kereta lepo, berjalan sekian kilometer dibawah panasnya kota Tulungagung, hingga berdiri didalam gerbong kereta sepanjang Blitar-Malang. Mohon maaf apabila penyajian kata pada cerita yang berantakan. Harap maklum, saya hanya sekedar bismania, bukan railfans. Jelas tidak paham mengenai seluk beluk dunia kereta api. Hanya ingin berbagi cerita, semoga berkenan..😉

Saptanu Yuniar, TPK006

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

About Saptanu

This isn't about The Destination, but it's all about The Glory of Going There.

Posted on 12 April 2014, in Blog Area. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Wihh naik Penataran😀 hahah
    btw pas berangkatnya Dapet gerbong kursi kayu😀 hihih

Monggo kemukakan saran, kritik dan pertanyaan jika ada.. [Dimohon disesuaikan dengan konten yang tercantum]

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s