Mungkin gara-gara “keluar jalur” [Part II]

Lanjutan dari cerita perjalanan Mungkin gara-gara “keluar jalur” [Part I]

Sabtu, 25 Mei 2013

Sampai di Terminal Giwangan, pukul 16.48. Badan terasa gerah dan ingin segera di bersihkan agar segar kembali, langsung saya cari kamar mandi umum disekitar terminal.

17.05, usai mandi dan bersih-bersih.. Saya sempatkan nongkrong didekat jalur keberangkatan bis jurusan Surabaya. Berharap masih ada bis Probolinggo yang muncul.

17.15, ditemani pasukan Mira dan Efisiensi, saya tunggu kedatangan mas Adi yang masih berada di borobudur. Dan belum juga ada tanda-tanda kedatangan Akas dan Mila yang juga saya nanti sosoknya.

17.30, datanglah Akas Asri ATB.

Akas Asri JetBus HD Hino RK8

Akas Asri JetBus HD Hino RK8

Tak parkir di jalur Keberangkatan, penumpang langganan jurusan Probolinggo Jember ataupun Banyuwangian sudah banyak yang menyerbu. Hanya 10 menitan berhenti dibelakang bis Eka dan Mira, AA yang berbody JetBus HD melenggang keluar terminal Giwangan. Semoga selamat sampai tujuan..

17.45, air hujan perlahan menetes membasahi kening. Tak mau basah kuyup, saya pindah berteduh di ruang tunggu bis jurusan Surabaya dan Jember Banyuwangi.

17.50, Mila Sejahtera “Bledex” jurusan Jember Banyuwangi mengisi jalur Keberangkatan. Ada yang unik dari bis ini, tampak seberkas cahaya menyala dibawah mesin. Mungkinkah itu lampu yang sengaja ditaruh disitu? Entahlah saya juga kurang paham.. Bicara mengenai bis Mila satu ini, bis dengan mesin Hino AK tahun 90-an sungguh berani menjalani trayek jauhnya. Bermodalkan ‘oprek’-an mesin dari para teknisi di bengkel NNR, Hino AK lawas satu ini terbukti mampu menandingi bis-bis yang juga lewat di jalurnya tentunya dengan mesin lebih muda dan tangguh.

Mila Sejahtera 'Bledex'

Mila Sejahtera ‘Bledex’

Nama besar AKAS yang masih melekat juga menjadi sebuah kebanggaan tersendiri dalam menjalani setiap kilometer yang dilaluinya. Penumpang langganan tak akan lari kemana, kalau ingin langsung menuju Probolinggo Jember dst, ya naik Akas atau Mila saja.

18.30, belum juga ada kabar dari Mas Adi, Mila Bledex juga masih setia menunggu penumpang.

18.40, melalui perbincangan dari handphone, ternyata mas Adi tengah kesulitan mencari bis jurusan terminal giwangan. Sebagian besar hanya sampai terminal Jombor. Okelah, mungkin 1 jam-an lagi saya tunggu.

19.00, perut mulai melilit ingin diisi. Akhirnya saya tebus sebuah mie cup siap seduh di warung terdekat seharga 6000 rupiah.

19.14, belum selesai makan mie, handphone tiba-tiba berbunyi, sms masuk dari mas Adi. “Aku dapat Eka, tapi ga boleh turun jogja. Langsung surabaya, kamu naik-o SK dulu sampe Solo. Banyak yang turun solo kok penumpangnya..” kira-kira begitu isi teksnya. Sesegera saya habiskan mie cup, sambil menengok jalur Keberangkatan, “wah.. masih ada 1 mira..”, ujar dalam hati.

19.20, saya masuk kabin Mira ATB yang berbody Scorpion King dari Tentrem.

On Board Mira Scorking 7326

On Board Mira Scorking 7326

Bis langsung berangkat meninggalkan giwangan dengan deru mesin yang cukup kuat.

20.30, Mira masih berada di daerah Klaten, padatnya lalu lintas disertai banyaknya persimpangan jalan membuat laju bis tak maksimal. Rata-rata setiap 500-700 meter bis selalu dihentikan oleh lampu merah. Semoga saja tak kesalip EKA yang dinaiki mas Adi.

21.05, masuk Dlanggu.

Akhirnya pukul 21.42, Mira dengan nopol 7326 ini masuk terminal Tirtonadi – Solo. Halaman terminal saat itu sedang digenangi air, pantas saja, sepanjang perjalanan jogja-solo hujan turun terus menerus. Saya sms mas Adi memberi kabar kalau sudah berada di Tirtonadi. 15 menit kemudian, mas Adi telefon dan bilang kalau EKA sudah masuk tirtonadi. Segera saya cari Eka dengan model Travego dari Morodadi seperti yang digambarkan mas Adi. “Oh itu dia, oke saya lihat bis nya mas..”, ujar saya di telefon sambil berlari kecil mengejar EKA yang dimaksud.
Masuk kabin EKA, penumpang cukup banyak tapi masih ada seat yang kosong. Saya duduk di deret ke-5 sebelah kiri, sedangkan mas Adi pas didepan saya.

Keluar kawasan Solo, Eka dihadapkan dengan kehadiran Rosalia Indah Purwokerto-Jember. Sempat terjadi selisih mefet yang cukup membahayakan dari kedua armada ini. Eka seolah tak mau dibelakangi oleh Rosin satu ini. Berkali-kali mencoba mendahului namun Rosin juga tampaknya tak mau ngalah. Hingga akhirnya di salah satu persimpangan, Eka mencoba mencari kesempatan dengan ambil jalur kiri. Lampu hijau menyala, Eka berhasil mengambil start lebih dulu, namun laju Rosin tertahan oleh MPV Luxioo yang ada didepannya saat itu.

Sragen, Eka bertemu dengan Mira ATB Inspiro. Tak lama beriringan, sopir Mira terlihat melambaikan tangannya mempersilahkan EKA untuk mendahuluinya. Masuk mantingan, Eka bertemu dengan Akas N1 Pariwisata. “Dafi Putra”, begitulah tulisan besar yang ada dikaca belakang si Akas N1. Bis dengan mesin mercy Prima tersebut dilalui tanpa perlawanan. Didepan Akas N1,bis pariwisata milik Putra Berdikari juga tak luput dilalui EKA.

Pukul 23.50, kondektur bangun dari kursinya. “Sebentar lagi turun istirahat makan ya..”, ujarnya, sambil menepuk beberapa pundak penumpang yang tidur. Eka masuk dan parkir didepan RM. Duta –Ngawi.

Eka Cepat 7328

Eka Cepat 7328

Semua penumpang turun, juga saya dan mas Adi. Duduk berdua, kami membaca daftar menu makanan yang berikan oleh pelayan RM Duta. Mas Adi pesan nasi rawon, sedangkan saya pesan nasi pecel. “hemm..? pecel malam-malam gini?”, tanya mas Adi keheranan. “Hehe.. iya mas..”, santai saya jawab karena memang saya gak terlalu suka dengan segala macam daging.

Minggu, 26 Mei 2013

00.10, terdengar instruksi kepada penumpang EKA jurusan Surabaya untuk segera naik kembali ke dalam bis.

Selama perjalanan Ngawi-Surabaya saya manfaatkan untuk beristirahat. Cukup pules saya tidur dibuai nyamannya bis Eka satu ini. Ya pantas saja, perut sudah kenyang, badan capek, pasti enak tidurnya.. hehehe..

Pukul 03.20, terbangun dari tidur oleh karena kabin yang tiba-tiba terang. Ternyata lampu kabin dinyalakan. Sempat bingung, “ini ngapain kok dinyalain…”, dalam hati saya bertanya.. “bungurasih terakhir bungurasih terakhir.. bangun pak bu..”, suara pak kondektur menyadarkan saya bahwa bis sudah masuk terminal Purabaya. Ga rugi deh malam ini naik EKA, setengah perjalanan bisa merasakan handalnya Eka 7328 tersebut, dan setengahnya lagi untuk tidur.

Tak langsung pulang ke Malang, kami nikmati udara pagi hari di Purabaya. Sambil foto bis-bis tertentu kami juga lalui pagi itu dengan perbincangan santai.

Dini Hari di Purabaya

Dini Hari di Purabaya

Pukul 05.30, langit mulai terang, sang Surya sudah siap-siap muncul dari ufuk timur. Kami berdua semakin semangat mengelilingi halaman Purabaya sambil melihat-lihat bis bis yang sedang parkir.

Sampai pukul 06.10, kami lihat armada Kalisari tengah siap-siap ngantri di jalur keberangkatan Malang. Kami pilih naik si Kalisari, mengingat agenda touring ini sudah full diisi oleh Hino, nah.. kali ini naik mercy pulang ke Malang.

Pukul 06.32, Kalisari berangkat..

Kalisari ATB Nucleus 3

Kalisari ATB Nucleus 3

Dikemudikan oleh sopir yang sepertinya masih muda, sekitar 35-38 umurnya, bis dengan mesin mercy intercooler lumayan joss melaju diatas jalurnya. Berkali-kali lambaian tangan dari sopir bis dari arah malang memberi tanda bahwa bis didepan dekat jaraknya. Intensitas penumpang pagi itu cukup padat, isi kabin dibuat sesak hingga sampai Malang sekalipun.

Pukul 07.58, Kalisari masuk Terminal Arjosari Malang. Alhamdulillah… Usai sudah touring “keluar jalur” kali ini.. Berat tapi benar-benar berkesan dan kereeen…

SELESAI

Syukur kepada Allah SWT, kedua orang tua.. dan juga terima kasih saya ucapkan pada mas Adi karena sudah mau ngajak touring bersama. Sekali lagi maturnuwun mas.
Tak lupa juga kepada semua pihak yang sudah membantu terlaksananya acara tour ini baik secara langsung maupun tidak langsung… Kru bis Restu, Indonesia, Raya, Ramayana, Mira, Eka, Kalisari, dan lain-lain..

Sampai bertemu lagi diagenda touring selanjutnya…

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

About Saptanu

This isn't about The Destination, but it's all about The Glory of Going There.

Posted on 27 Mei 2013, in Blog Area. Bookmark the permalink. 4 Komentar.

  1. keren mas hahaha, putra berdikarinya body apa ya kalo boleh tau…

  1. Ping-balik: Andromeda Collection #11 | Andromeda Site

  2. Ping-balik: Mungkin gara-gara “keluar jalur” [Part I] | Andromeda Site

Monggo kemukakan saran, kritik dan pertanyaan jika ada.. [Dimohon disesuaikan dengan konten yang tercantum]

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s