Tiga Jam di Jogja

“Pengalaman pertama menjajal jalur Surabaya-Madiun-Solo-Jogja”

Akhirnya terwujud sudah keinginan untuk sekedar ‘main’ ke Terminal Giwangan – Jogja. Meski hanya sekitar 3 jam di giwangan, dan harus cepat-cepat kembali pulang, cukup membuat saya pribadi senang. Berikut saya tampilkan potret mulai dari perjalanan dari Leces Probolinggo, hingga bisa hunting di Giwangan bersama Mas Pras. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih Mas Pras atas sambutan yang begitu hangat.

Supported by : Restu Group, Sandy Putra, Sumber Group, Akas Asri, etc.
Terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu saya baik langsung, maupun tidak langsung.

1 Juni 2012, pukul 12.00 WIB. Berangkatlah saya dari Leces diantar oleh salah satu armada bis milik Restu Group, banyak yang memanggilnya dengan sebutan si Ijo. Tak sampai surabaya, saya turun di terminal Bayuangga. Cuaca yang cukup panas membuat hasrat ingin mencari bis ber-AC dan tentunya tetap murah, akrabnya ialah bis ATB. Begitu turun dari si Ijo, lagi-lagi saya dihadapkan bis Ijo di lajur keberangkatan Surabaya. Namun kali ini bukan dari Restu Group, dia adalah pemain baru untuk kelas ekonomi rute Jember-Surabaya-Semarang-Cirebon, dialah Sandy Putra. Kabin lumayan nyaman yang dilengkapi AC dan LCD TV. Dengan membawa penumpang tak lebih 50 % dari kapasitas, berangkatlah Sandy Putra meninggalkan Terminal Bayuangga. Selama perjalanan menuju Surabaya, waktu tempuh 3 jam sengaja saya gunakan untuk beristirahat dalam kabin Sandy.

Pukul 16.00, Sandy Putra masuk Terminal Purabaya. Dengan mengambil langkah panjang, bergegas saya menuju tempat parkir bis Harapan Kita NNR Cirebon-an, disana sudah ada 2 orang teman yang sepertinya cukup lama menunggu kedatangan saya. Mereka adalah mas Rudy dan mas Adi, keduanya asli orang Malang. Mereka berdualah yang menemani saya cangkruk di bungurasih sambil menunggu datangnya tengah malam. Salah seorang dari mereka, mas Adi,  merupakan ‘orang‘ Hino, cukup banyak saya belajar dan mendapat pengetahuan dari nya selama cangkruk. Dan selama cangkruk malam itu pula, saya dibuat tercengang oleh suasana di lajur keberangkatan Solo-Jogja yang di dominasi armada Sumber Group dan Mira. Okupansi penumpang di jalur tersebut begitu bagus, dan saya salut dengan pelayanan kedua PO yang mendominasinya, 2 jempol untuk Sumber Group dan Mira. Kebetulan hari itu adalah malam sabtu, sehingga cukup banyak penumpang yang numpuk di sekitar lajur keberangkatan. Belum sampai tengah malam, mas Rudy dan mas Adi sudah pamit ingin kembali ke Malang. Maklum, saat itu sudah pukul 20.30, jika dihitung-hitung, akan larut juga mereka berdua sampai di Malang. Kembalilah saya seorang diri..

Hingga akhirnya pukul 23.20, segera saya putuskan untuk menuju shelter keberangkatan bus ekonomi untuk jurusan Madiun-Solo-Jogja. Sugeng Rahayu berplat W 7728 UY menjadi pilihan saya. Tepat pukul 23.30 WIB, Sugeng Rahayu yang dibalut body Legacy Laksana ini dengan langkah pasti meninggalkan Surabaya. Meski membawa penumpang yang full seat, tak mengurangi kelihaian Sugeng di jalan raya. 00.30, keluar dari terminal mojokerto, bertemulah Sugeng Rahayu dengan Mila Predator, pemberangkatan dari Jember. Sesaat saya rasakan ada keraguan pada Sugeng Rahayu sesaat bertemu dengan sang Predator, raungan irama mesin sejenak turun dan menjadi santai. Namun  sang Predator yang tampaknya malah memberi ruang bebas, membuat Sugeng berhasil mendahuluinya. Irama mesin kembali teratur dan suasana jalan yang sepi membuat Sugeng terlihat gesit. Tanpa terasa, mata saya menutup dengan sendirinya, dan ketika membuka mata, si Sugeng sudah masuk daerah Madiun, dan kira-kira 100 meter didepan sudah tampak Terminal Madiun. Dilajur keberangkatan Jogja, terlihat Sumber Selamat W 7003 UZ yang sedang menurunkan penumpang. Sugeng pun mendekat dan parkir di belakangnya. Menyadari hal tersebut, 7003 langsung tancap gas meninggalkan lajur, sedangkan Sugeng yang hanya menurunkan 1 orang penumpang tiba-tiba membuntutinya. Akhirnya kedua armada ini saling berkejaran beriringan selama perjalanan dan tak pernah membuat sedikitpun selisih jarak diantara keduanya.

Sekitar pukul 2 atau 3 dini hari, entah tepatnya pukul berapa saya lupa, Sugeng 7728 berbelok meliuk masuk Terminal Tirtonadi – Solo dengan kecepatan yang lumayan sehingga membuat kabin sedikit miring dan terbangunlah diri saya dari tidur. Sesaat, Sugeng mencari tempat “istirahat” sejenak di areal terminal, dan lagi-lagi 7003 ada didepannya. Sang driver bersama 2 kru turun dari armadanya, selang 2 menit-an, tiba-tiba seluruh penumpang dioperkan ke armada jurusan Jogja didepannya yang tak lain adalah si 7003 UZ. Entah apa yang mendasari operan ini saya juga tidak tahu. Mengambil langkah lemas, saya turun dari Sugeng tak sengaja mendengar kata, ‘engga sanggup aku iki wess cak…‘ di tengah obrolan antar driver 7728 dan 7003 dan kata tersebut bisa saya pastikan dikeluarkan oleh driver Sugeng 7728. Kesimpulan sementara, mungkin driver 7728 sudah tak sanggup membawa penumpang sampai Jogja dikarenakan kondisi fisik yang tidak memungkinkan (ngantuk). Merupakan keputusan yang bijak dan tepat operan penumpang tadi, demi keselamatan penumpang, driver 7728 tak mau memaksakan diri dan mengambil resiko. Kembali saya dibuatnya salut oleh pelayanan Sumber Group ini. Mantaap jaya…

Perjalanan pun berlanjut menuju Jogja bersama Sumber Selamat 7003 UZ. Alhamdulillah…. sampai di terminal Giwangan dengan Selamat 7003 pukul 05.20 pagi hari.. Disana (giwangan), sudah menunggu pula dulur BMC Jogja yang juga merupakan teman di Multiply, beliau adalah mas Pras. Bersama beliaulah saya mengitari areal Terminal Giwangan sambil sedikit hunting foto, yang merupakan tempat impian saya sejak dulu. Alhamdulillah hari itu saya bisa menginjakkan kaki disana. Setelah selesai sarapan di salah satu warung dekat pemberangkatan bus ke Surabaya, saya diajak mas Pras untuk main ke garasi Akas di sana (Jogja). Jarak kandang Akas dengan terminal Giwangan lumayan jauh ternyata, sekitar 6-7 km. Melihat armada Mila dan Akas Asri yang sedang berisitrahat disana, ingin rasanya menjajal salah satu diantara mereka tanpa harus estafet lagi lewat surabaya, tapi sayang sekali, saya malam hari nanti harus sudah sampai Leces lagi. Jadi pagi ini, saya sudah harus pulang.

Alamat kantor perwakilan Akas di Jogja adalah di Jalan Raya Wonosari Banguntapan, Bantul – Jogja dengan nomor telepon : (0274) 415615. 

Pukul 08.00 pagi, meski berat rasanya kaki ini pergi dari garasi Akas, saya akhirnya kembali ke terminal Giwangan bersama Mas Pras. Sesampai terminal Giwangan, memang belum puas rasanya, tapi saya harus segera pulang dan berpamitan ke Mas Pras.

Untuk perjalanan pulang ini saya tak ingin banyak cerita lagi, jujur saya lebih banyak tertidur saat perjalanan pulang, jadi sudah banyak yang lupa untuk diceritakan. Intinya :
Tepat pukul 08.30 pagi, saya meninggalkan Giwangan bersama Sumber Selamat W 7596 UY yang dibalut body Nucleus 3 dari Laksana. Tiba di terminal Bungurasih pas adzan maghrib, (kira-kira pukul 17.40).
Untuk selanjutnya, dari Surabaya, saya pilih armada ATB Akas Asri jurusan Ambulu. AA satu ini berbody Concerto RS Hino RK turbo, pengisi jam terakhir Surabaya-Ambulu. Lepas terminal Bungurasih pukul 20.00 malam hari. Dan kembali saya ucapkan “Alhamdulillah” ketika mendarat di leces pukul 22.35 WIB.

Itulah catatan perjalanan saya menuju Jogjakarta.
Akhir kata, mohon maaf apabila ada kata-kata yang tidak berkenan di hati anda, saran dan kritik selalu saya harapkan dalam setiap postingan. Terima Kasih…

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

About Saptanu

This isn't about The Destination, but it's all about The Glory of Going There.

Posted on 5 Juni 2012, in Blog Area. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Monggo kemukakan saran, kritik dan pertanyaan jika ada.. [Dimohon disesuaikan dengan konten yang tercantum]

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: